www.AlvinAdam.com

WARTA 24 KALIMANTAN UTARA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

JPU Tuntut Budi Santoso Residivis Sabu di Malinau 10 Tahun Penjara

Posted by On 16.13

JPU Tuntut Budi Santoso Residivis Sabu di Malinau 10 Tahun Penjara

JPU Tuntut Budi Santoso Residivis Sabu di Malinau 10 Tahun Penjara

Selain terancam 10 tahun penjara, Budi juga diancam denda maksimal Rp 1 miliar atau tambahan hukuman kurungan selama 4 bulan

JPU Tuntut Budi Santoso Residivis Sabu di Malinau 10 Tahun PenjaraTribun Kaltim/Niko RuruIlustrasi: Polisi, menunjukkan barang bukti sabu

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Mantan pegawai honorer daerah di Satpol PP Malinau, yang juga merupakan residivis dengan kejahatan sebagai pengedar sabu sabu, Budi Santoso dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Malinau selama 10 tahun penjara. Setelah tertangkap beberapa tahun lalu, Budi kembali ditangkap dengan kasus sama tahun lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Yudi Triadi melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Ahmadi mengungkapkan, selain terancam 10 tahun penjara, Budi juga diancam denda maksimal Rp 1 miliar atau tambahan hukuman kurungan selama 4 bulan. Hal ini telah disampaikan dihadapan majelis hakim, Senin (8/1) lalu.

"Budi Santoso dijerat dengan pasal sangkaan primer, pasal 114 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 1. Dan dakwaan yang dibuktikan dengan pasal 114 ayat 1. Sesuai pasal tersebut, ia dituntut 10 tahun penjara dan denda 1 miliar subsider 4 bulan penjara," jelas Ahmadi saat ditemui Tribun di kantornya di Jalan Pusat Pemerintahan, kemarin.

Menjadi pertimbangan dan pemikiran panjang, ancaman penjara seberat itu ditimpakan JPU kepada Budi Santoso. Menurut Ahmadi, terdakwa terbukti memiliki dan menjual narkotika jenis sabu seberat 1,45 gram. Saat ditangkap Resnarkoba Polres Malinau, terdakwa telah memisahkan sabu menjadi 2 paket.

"Masing-masing pak et sabu yang telah dipisah itu seberat 1,31 gram dan 0,14 gram. Bukan hanya sabu-sabu yang diamankan oleh tim Reskoba, dari tangan terdakwa saat itu, Polisi juga diamankan 1 butir pil inex seberat 0,28 gram. Sehingga, pada saat penangkapan Polisi menyita sabu 1,45 gram dan inex seberat 0,28 gram," paparnya.

Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti lain, yakni alat pakai sabu, handphone dan 1 unit kendaraan bermotor. Sidang selanjutnya, akan masuk pada materi pembelaan dari terdakwa. Sidang pembelaan akan digelar pada 18 Januari pekan depan.

"Sidang selanjutnya, 18 Januari nanti. Selain kasus narkoba ini, ada beberapa kasus yang akan segera diselesaikan di pengadilan. Antara lain kasus, Anto Bujul dengan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 50,49 gram dan kasus Muis dengan barang bukti sabu-sabu seberat 30 gram lebih. Kedua kasus ini diungkap oleh Polres Malinau saat memasuki penghujung tahun 2017 lalu," pungkasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Budi Santoso merupakan pemain lama dalam peredaran narkoba di Malinau. Sebelumnya, Budi pernah menjalani hukuman selama beberapa tahun di Lapas Tarakan dengan kasus yang sama, yakni mengedarkan sabu-sabu di Malinau. Kemudian, beberapa tahun kemudian, Budi kembali tertangkap saat akan mengedarkan sabu-sabu di Malinau.

Sebelum ditangkap, diduga Budi Santoso telah menjual barang haram tersebut di beberapa daerah di wilayah Kaltim dan Kaltara. Pasalnya, tertangkapnya Budi Santoso ini saat ia baru saja tiba di Malinau setelah melakukan perjalanan darat menggunakan sebuah motor dari Samarinda-Malinau. Baru sampai di Malinau, Polisi yang curiga langsung menggeledah barang bawaan dan badan Budi. Alhasil, dari tangan Budi Santoso Polisi berhasi mengamankan barang bukti sabu-sabu dan sebutir inex. (*)

Penulis: Purnomo Susanto Editor: Mathias Masan Ola Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Debat Soal Hij ab, Seorang Wanita Indonesia Ditampar Pria Malaysia di Halte Bus Sumber: Google News | Warta 24 Malinau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »