www.AlvinAdam.com

WARTA 24 KALIMANTAN UTARA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Satgas Pamtas Jelajahi 363 Km di Nunukan Memastikan 368 Patok ...

Posted by On 15.17

Satgas Pamtas Jelajahi 363 Km di Nunukan Memastikan 368 Patok ...

Satgas Pamtas Jelajahi 363 Km di Nunukan Memastikan 368 Patok Perbatasan

Untuk menuju lokasi, butuh longboat mengarungi sungai dengan tantangan melewati dua buah jiram besar yang berbahaya

Satgas Pamtas Jelajahi 363 Km di Nunukan Memastikan 368 Patok PerbatasanistimewaTim Pencari dan Penjelajah Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia- Malaysia Batalyon Infanteri 621/Manuntung memastikan keberadaan patok di wilayah Kecamatan Lumbis.

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Tim Pencari dan Penjelajah dibentuk Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia- Malaysia Batalyon Infanteri 621/Manuntung untuk mem astikan keberadaan patok- patok perbatasan di blank spot area.

Komandan Satgas Pamtas Indonesia- Malaysia Batalyon Infanteri 621/Manuntung, Letkol Infanteri Rio Neswan mengatakan, tim tersebut melaksanakan misi untuk menembus kawasan yang selama ini belum terjamah Satgas Pamtas sebelumnya.

Tim akan melakukan perjalanan sejauh 363 kilometer di kawasan Kecamatan Lumbis. Untuk itu, tim telah menyiapkan diri sejak dua bulan sebelum melaksanakan misi berat dimaksud. "Ada 368 patok di kawasan tersebut yang harus kami pastikan masih utuh," ujar Rio, Jumat (26/1/2018).

Pasukan penjelajah ini telah menjalankan misi selama 11 hari sejak keberangkatan mereka pada 15 Januari 2018 lalu.

Untuk menuju lokasi, butuh longboat mengarungi sungai dengan tantangan melewati dua buah jiram besar yang berbahaya. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 12 hari untuk mencapai target sasaran.

"Begitu sampai blank spot area, kami butuh 4 hari lagi un tuk menjelajahi letak patok. Total selama 16 hari. Kalau bolak balik sebulan. Itu waktu untuk menyelesaikan misi ini," ujarnya.

Tim dibekali telepon satelit untuk melaporkan misinya setiap dua hari sekali. Panjangnya waktu dan beratnya perjalanan menembus area hutan memaksa pasukan tersebut memaksimalkan kemampuan mental sekaligus fisik sebagai TNI. Penghitungan matang sangat dibutuhkan termasuk untuk penggunaan telepon satelit.

"Mereka harus hemat baterai. Saya perintahkan cukup laporkan kondisi terakhir. Detail kondisi patok seperti apa? Nanti kalau mereka sudah kembali dari misi," ujarnya. (*)

Penulis: Niko Ruru Editor: Mathias Masan Ola Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Perawat Pelaku Pelecehan Dibekuk di Hotel dengan Istri, Reka Ulang Perilakunya saat Diperiksa Sumber: Google News | Warta 24 Nunukan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »