Indrawati, Warga Tanpa Identitas Melahirkan di RS Soemarno ... - Warta 24 Kalimantan Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Indrawati, Warga Tanpa Identitas Melahirkan di RS Soemarno ...

Indrawati, Warga Tanpa Identitas Melahirkan di RS Soemarno ...

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN …

Indrawati, Warga Tanpa Identitas Melahirkan di RS Soemarno ...

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Kamis, 28 Desember 2017 14:57 Indrawati, Warga Tanpa Identitas Melahirkan di RS Soemarno Sosroatmodjo

Hidup Sebatang Kara, Anaknya Dirawat Orang

DIRAWAT : Indrawati terlihat dirawat di salah satu ruang perawatan di RS Soemarno Sosroatmodjo, kemarin. (SITTI NUR/KALTARA POS)

PROKAL.CO, Tempat mengadu Indrawati tak ada lagi kecuali Tuhan. Suaminya pergi entah kemana. Bahkan, 2 anaknya dibawa serta oleh sang suami dan meninggalkannya sebatang kara. Kini dia terbaring lemah di rumah sakit dan mengharapkan bantuan agar bisa mengurangi beban biaya pengobatannya. Siapa sebenarnya Indrawati?

SITTI NUR SHOLAWATI, Kaltara Pos

========

MENEMUI Indrawati di rumah sakit awalnya sedikit sulit. Namun, saya berusaha terus mencari perempuan berusia 30 tahun itu agar bisa menggali lebih dalam perjalanan hidupnya yang dikabarnya amat sulit dilalui. Saya pun terus menapakkan kaki menyusuri jalan penghubung di RS Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor.
Di sepanjang jalan, aroma obat cukup menyengat hingga akhirnya membawa saya ke Ruang Mawar RS Soemarno Sosroatmodjo. Setelah bertanya pada seorang perawat berhijab, saya ditunjukkan sebuah ruangan di paling pojok. Setelah ditelusuri, ternyata rua ngan itu adalah ruangan isolasi.

Ada 2 kasur disana. Tepat di kasur dekat pintu, terlihat seorang ibu memakai daster Hello Kitty bewarna ungu dan mengenakan sarung kotak-kotak dan rambut sedikit ikal terikat. Selang infus dan keteter pun masih terpasang padanya. Nah, perempuan itu adalah Indrawati. Di kasur sebelahnya ada 2 gadis berusia remaja sedang mengobrol.

Saat diajak berbicara pertama kali, Indrawati hanya terdiam dan sesekali seperti orang yang tidak mendengar. Jawabannya pun sesekali kurang sejalan dengan apa yang ditanyakan. Ia hanya menjelaskan, anaknya sudah lahir 16 Desember lalu dan sekarang berada di Sekatak Bungaran.

Akhirnya, kami memutuskan bertanya kepada kedua gadis di dekatnya dan ternyata mereka ditugaskan menjaga Indrawati.

Mereka menyebut, Indrawati dibawa ke RS dalam keadaan kejang-kejang saat baru saja melahirkan. Mereka juga hanya menyebutkan bahwa Indrawati hanya tinggal di rumah keluarga mereka yang bekerja di perusah aan kelapa sawit. Asyik bercerita, sekitar 5 menit kemudian kedua gadis tersebut diminta oleh perawat untuk mengambil obat ke apotek.

Sekitar 10 menit menunggu, seorang pria datang yang kami taksir usianya 45 tahun keatas bersama seorang ibu berhijab dan ada lagi 2 orang yang ikut. Ibu tersebut menggendong bayi menggunakan sarung warna merah dan segera diberikan kepada Indrawati. Seketika saya langsung tahu bahwa pria itu adalah Muhammad Ali, orang yang telah dianggap keluarga oleh Indrawati beberapa tahun belakangan ini.

“Tanggal 16 Desember itu dia melahirkan secara operasi sesar. setelah itu kami bawa pulang, hari Sabtu kemarin (23/12). Sepertinya bekas jahitannya infeksi dan dia kejang. Kebetulan, ada bidan yang ke rumah kami lagi bertanya tentang ikan, jadi kami langsung periksa dia dan bidan, jadi bidan yang rujuk kesini,” beber pria yang akrab disapa Ali itu pada Kaltara Pos.

Ali menyabutkan, awalnya ia sempat berpikir mengenai biaya, tapi bi dan tersebut mengatakan hal ini menyangkut nyawa seseorang. Sama halnya dengan mendekati masa persalinan Indrawati. Kabarnya posisi bayinya sungsang, hipertensinya mendekati angka 200 sehingga Puskesmas disana segera meminta Ali dan keluarga membawanya ke RS yang memiliki alat karena bisa membahayakan ibu dan si jabang bayi.

Akhirnya setelah dibawa dan proses persalinan selesai, Ali mendapatkan kabar bahwa biaya untuk persalinan secara sesar ialah Rp 18 juta. Akhirnya, dia meminta keringanan dari Kepala Desa setempat dengan membawa SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) tetapi tidak terisi NIK lantaran Indrawati tidak memiliki identitas.

“Rp 18 Juta saya mau dapat dari mana, sedangkan saya aja cuma makan gaji. Kalau ada, pasti kita berikan. Saat saya sudah terima, tetapi ditolak di administrasi akhirnya saya bilang saya mau kembali dulu lapor ke desa, karena disini (rumah sakit) tidak mau terima, akhirnya diterima juga. Syukurnya RS sakit sangat baik pelayanannya selama kami disini. Semua sama rata, baik pasien yang biasa atau pasien kurang mampu,” sambungnya.

Hari Sabtu lalu, saat pertama kali dibawa ke RS, Ali terangkan, sebagian Ruang Mawar tempat Indrawati dirawat sempat ada bau busuk. Namun, ia tidak bisa memastikan dari mana sumber bau tersebut. “Banyak yang kabur, saya aja bertahan sama keponakan saya disini. Saya gak ngerti juga itu bau bekas operasinya atau dia (Indrawati) ada sekali buang air besar. Katanya sedikit saja, tapi sepertinya itu sumbernya,” kisahnya.

Syukurnya, dia dan keluarga masih mau merawat Indrawati yang notabane tidak ada hubungan darah dengannya. Ali hanya mengetahui Indrawati adalah orang yang dikenalnya di Toli Toli lalu merantau. Tahun 2014 lalu, Indrawati dan suaminya sempat tinggal bersama dengan Ali di Sekatak Bungaran, lalu mereka pindah ke Tarakan. Selama menikah, Indrawati sempat 4 kali melahirkan. Namun, 2 anaknya meninggal dan 2 orang masih hidup tetapi dibawa lari oleh suaminya awal tah un ini.

Di Tarakan, kata Ali, Indrawati sempat bekerja di kantin salah satu sekolah di Tarakan dan suaminya bekerja di perusahaan rumput laut. Saat ini, kondisi Indrawati lebih sering diam dan cenderung kurang paham dengan apa yang dikatakan orang. “Saya masih merawat dia sementara ini, saya tidak lepaskan. Gimana saya mau lepaskan kondisi seperti ini. Anaknya mau diberi makan dengan apa. Kami bawa anaknya kesini karena dia yang minta. Padahal anaknya kami titip ke tetangga untuk nyusui karena punya bayi juga. Saat kami mau ambil, ibu tadi menangis,” sebutnya.

Ali juga mengatakan, Indrawati merupakan anak yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas, sedangkan saudaranya sudah tidak ada mengingat ia adalah anak tunggal. Namun sayang, sampai saat ini Ali tidak tahu kenapa suami Indrawati pergi meninggalkan istrinya.

“Saya kenal suaminya, cuma kenapa mereka berpisah biarlah menjadi urusan mereka. Saya tidak tahu. Tapi tiba-ti ba dia datang sendiri ke rumah saya, perutnya sudah besar,” sebutnya.

Ia juga tidak mengerti dengan keadaannya kenapa ia bisa kejang kejang pada hari Sabtu lalu. “Saya tidak sadar, pas bangun sudah di RS,” ucapnya.

Ali mengaku, mereka sekeluarga kemungkinan akan tetap tinggal bersama Indrawati dan anaknya sembari membicarakan bagaimana proses administrasi di pencatatan sipil. “Belum ada rencana dipulangkan (ke kampung halamannya di Toli-toli), disana juga dia mau tinggal sama siapa dia gak ada saudara,” urainya.

Sementara itu Peksos Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinsos Bulungan, Datuk Mohd. Isa Ansari mengatakan, untuk sementara pihaknya akan melakukan assessment sehingga kebutuhan Indrawati bisa difasilitasi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sekatak.

“Yang penting ada SKTM dari desa nanti. Untuk kelengkapannya menyusul, karena naanti ada tenaga lapangan TKSK dari Sekatak yang bantu di sana,” ujar Isa Ansari .

Dijelaskkannya, jika masyarakat tidak mempunyai identitas masuk dalam kategori terlantar dan harus dibuktikan surat keterangan (Suket) dari pohak kepolisian. “Tapi ini kasusnya beda, darurat dan perlu penanganan. Sehingga kebijakan dari Dinkes (Dinas Kesehatan) Bulungan dimasukkan ke Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) tapi persyaratannya (identitas) menyusul,” pungkasnya. (***)

BERITA TERKAIT
  • Dikira Bom, Ratusan Kembang Api Diamankan Polisi
  • Diduga Bom Rakitan, Ratusan Benda Ini Ternyata adalah..
  • Habis Pesta Sabu-Sabu, SN Diciduk Polisi
  • Dirayu ‘Polisi’ di Whatsapp, Gadis Belia Tak Sadar Berpose Bugil
  • Anak 8 Tahun Dinyatakan Positif Difteri
  • Antisipasi Teror, Gereja Disterilisasi
  • Diterjang Angin Kencang, Atap Stadion Ambruk
  • Sewa 2 Hari, Pasutri Ini Malah Bawa Kabur Mobil Rental
  • 36 Jenis Barang Kedaluwarsa Disita Petugas
  • Usai Pesta Sabu, Bacik Langsung Disergap

BACA JUGA

Sabtu, 23 Desember 2017 12:01

Berkas Cabulnya Sudah Rampung, Pelaku Menanti Sidang

TANJUNG SELOR - Masih ingat dengan kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum pegawai di instansi Unit… Rabu, 13 Desember 2017 16:25

Nyeberang Jalan, Disambar Vixion

TANJUNG SELOR â€" Kecelakaan kembali terjadi di Kabupaten Bulungan. Jika sebelumnya memakan korban… Selasa, 12 Desember 2017 13:35

Terjun ke Parit, Tewas Sambil Peluk Pohon Pinang

TANJUNG SELOR â€" Satu nyawa kembali melayang di Kabupaten Bulungan akibat kecelakaan lalu lintas… Selasa, 12 Desember 2017 13:32

Korban Dipukul Balok Dua Kali, Lalu Leher Ditombak

TANJUNG SELOR - Akhirnya kepolisian berhasil mengungkap penemuan mayat yang sudah membusuk di kebun… Senin, 11 Desember 2017 11:46

Penemuan Jasad Membusuk, Mr X Itu Ternyata Jumanto

TANJUNG SELOR - Penemuan mayat tanpa identitas di Kilometer 4 Jalan Trans Kalimantan arah ke Berau sudah… Senin, 11 Desember 2017 11:37

Bey Yasin Dituntut 4,6 Tahun dan Denda Rp 200 juta

TANJUNG SELOR â€" Kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan tahun 2017 ini… Senin, 11 Desember 2017 11:34

Tahun Ini Kriminal di Ibu Kota Turun

TANJUNG SELOR â€" Meningkatnya kasus kriminal disebabkan berbagai faktor. Salah satunya adalah semakin… Senin, 11 Desember 2017 10:17

Mayat Membusuk Ditemukan di Kebun Sawit

TANJUNG SELOR â€" Penemuan mayat tanpa identitas di k awasan perkebunan sawit bikin heboh warga Bulungan.… Jumat, 08 Desember 2017 17:22

Isak Tangis Warnai Pengiriman Napi ke Lapas Nunukan

TANJUNG SELOR - Bentuk pengurangan jumlah tahanan titipan milik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan di… Kamis, 07 Desember 2017 11:56

Hindari Mobil Dari Arah Berlawanan

TANJUNG SELOR - Jalan Trans Kalimantan kembali memakan korban. Meski tak ada korban jiwa, namun kerugian… Anak 8 Tahun Dinyatakan Positif Difteri Berkas Cabulnya Sudah Rampung, Pelaku Menanti Sidang Antisipasi Teror, Gereja Disterilisasi Habis Pesta Sabu-Sabu, SN Diciduk Polisi Indrawati, Warga Tanpa Identitas Melahirkan di RS Soemarno Sosroatmodjo Dirayu ‘Polisi’ di Whatsapp, Gadis Belia Tak Sadar Berpose Bugil
  • Sabu 1 Kg dari Tawau Gagal Edar
  • Dikira Bom, Ratusan Kembang Api Diamankan Polisi
  • Selain Karir, Keluarga Prioritas Utama
  • Tesis Ditolak, Akhirnya Raih Magister Administrasi Publik
  • Menjadi Pimpinan Bank Wanita Satu-Satunya Di Bulungan
  • Diduga Bom Rakitan, Ratusan Benda Ini Ternyata adalah..
  • Hindari Ibu-Ibu, Truk Tabrak Pagar Rumah Warga
  • Belok Kiri, Taksi Bandara Ditabrak Ninja
  • Kasus OTT Pungli Pelabuhan Terus Dikembangkan
  • Habis Pesta Sabu-Sabu, SN Diciduk Polisi
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Bulungan

Tidak ada komentar