WARTA 24 KALIMANTAN UTARA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Penerbangan Masih Dilakukan Terbatas

Posted by On 16.29

Penerbangan Masih Dilakukan Terbatas

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: KAMIS
14 DESEMBER RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Desember 2017 11:08 Penerbangan Masih Dilakukan Terbatas

Solusi Bantuan Gereja Belum Disosialisasikan

PENGECEKAN : Pilot bersama teknisi MAF Tarakan sedang melakukan pengecekan salah satu pesawat jenis kodak kemarin (12/12). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN â€" Solusi pemerintah kepada manajemen Mission Aviation Fellowship (MAF), ternyata tidak bisa sepenuhnya dijalankan maskapai yang mengedepankan misi sosial itu. Oleh karena itu, saat ini MAF belum dapat beroperasi secara maksimal.

Officer Manager MAF Tarakan, Tom Chrisley mengatakan solusi yang bisa dijalankan pihaknya hanya bekerja sama dengan gereja saja. Agar MAF bisa tetap beroperasi. Berbeda halnya dengan solusi yang meninginkan MAF berganti status menjadi niaga. Itu cukup sulit dilakukan karena akan bertentangan dengan misi kemanusiaan.

“Solusi yang diberikan saat ini, belum dapat kami sosialiasikan ke masyarakat perbatasan. Karena itu kami tidak bisa maksimal dalam melaksanakannya,â € ungkap Tom, sapaan akrabnya.

Diakui Tom, solusi kali ini berbeda dengan sebelumnya. Sehingga MAF harus menjalankan mekanisme baru. Jika dahulu MAF menarik retribusi dari masyarakat terdapat payung hukum yang melindungi, seperti yang tertera pada Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara nomor KP 59 tahun 2015 perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara nomor KP 12 tahun 2015 tentang Pembayaran Passenger Service Charge (PSC) Disatukan dengan Tiket Penumpang Pesawat Udara yang telah berakhir. Kini regulasi itu sudah tidak dapat diperbaharui kembali karena bersifat sementara.

“Karena memang dahulu kami bisa menarik biaya dari masyarakat dengan ada payung hukum itu. Kalau sekarang hanya diarahkan untuk mengambil donasi dari gereja saja,” ungkapnya.

Nantinya biaya dari jemaat akan ditampung di gereja, lalu pihak gereja akan berkoordinasi dengan MAF untuk bisa menampung masyarakat atau jemaatnya untuk diberikan pelayanan penerbanga n. MAF saat ini sudah mencoba melaksanakan solusi itu, hanya saja pelaksanaannya cukup sulit tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Karena kami harus sosialisasi mekanisme baru agar tidak menyalahi aturan yang berlaku,” ujarnya.

Mengapa MAF harus mendapatkan bantuan dana dari masyarakat, karena memang penerbangan membutuhkan anggaran. Sehingga tidak mungkin MAF beroperasi tanpa memungut biaya. Untuk memungut biaya pun MAF terlebih dahulu harus menjelaskan mekanisme yang sudah berbeda dari sebelumnya.

Untuk itu MAF mengingnkan secepatnya bisa melakukan sosialisasi. Tetapi terkendala dengan berbagai kegiatan masyarakat di pedalaman, sehingga harus menunggu waktu yang tepat.

“Tetapi karena ini bulan yang sibuk dengan perayaan Natal, jadi cukup sulit juga untuk mengumpulkan masyarakat,” bebernya.

Dari beberapa permintaan penerbangan yang diinginkan warga, MAF hanya mampu memenuhi separuhnya. Karena memang perubahan mekanisme yang mendadak d i saat mendekati hari perayaan besar. MAF saat ini hanya bisa memenuhi permintaan penerbangan untuk pemerintah dan kondisi darurat saja.

“Jadi memang untuk memulainya kami masih tertatih-tatih, sehingga penerbangan tidak maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persekutuan Dayak Tarakan, Yonsep mengatakan memang saat ini MAF tetap melakukan penerbangan, tetapi terbatas. Baginya yang terpenting hak untuk mendapatkan pelayanan yang sifatnya darurat tetap bisa diutamankan oleh MAF.

“Intinya semua pelayanan sosial, orang sakit, yang meninggal dan mengantar para pendeta itu harus dilakukan,” katanya.

Masyarakat perbatasan meminta pelayanan penerbangan diaktifkan kembali, bukan hanya ketika darurat saja. Melainkan juga bisa menyediakan untuk pelayanan umum seperti membawa masyarakat untuk bisa bertemu keluarganya di pedalaman.

“Karena memang masyarakat membutuhkan hal ini,” tuturnya.

Begitu juga pelayanan lainnya seperti mengan gkut sembako untuk kebutuhan masyarakat perbatasan. Karena jika pelayanan itu tidak berjalan, maka masyarakat tidak bisa memenuhi kebutuhannya. Saat ini warga perbatasan hanya dapat mengandalkan MAF untuk kebutuhan sembako mereka dari kota.

“Harusnya ini dapat segera dilakukan, saya berharap terhadap pimpinan gereja yang ada di wilayah perbatasan Kaltara, untuk dapat secepatnya melakukan kerja sama dengan MAF dalam bidang pelayanan,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 122 rute penerbangan milik maskapai MAF di Kaltara terhenti. Itu dikarenakan, izin AOC 91 bukan niaga dengan memungut biaya ke masyarakat telah habis. Kondisi tersebut membuat aktivitas di sejumlah daerah di Kaltara kesulitan.

Langkah cepat dilakukan antara anggota DPRD Kaltara, Bupati Nunukan dan dinas terkait dengan bertemu langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubungan menyelesaikan persoalan tersebut.

Alhasil, tiga solusi yang ditawarkan Kemenhub disambut baik. Pertama, MAF tetap beroperasi namun tidak memungut biaya sesuai dengan izin yang dimiliki. Kedua, status penerbangan MAF diubah menjadi perintis. Terakhir, izin MAF harus diganti menjadi AOC 135 atau izin niaga. “Tiga opsi yang kita tawarkan. Namun, perpanjangan izin membutuhkan waktu. Jadi ada dua yang segera dijalankan,” ujar Sekjen Kemenhub Sugihardjo kepada Radar Tarakan, Selasa (28/11).

Dijelaskan, terkait kondisi ini pesan dari Menteri Perhubungan agar tidak ada kekosongan pelayanan di Kaltara. Sebab, dalam dekat ini masyarakat ingin merayakan Natal dan Tahun Baru. Untuk itu disarankan MAF mengubah status menjadi pesawat perintis. Dengan begitu, kembali melayani masyarakat. Pemerintah daerah berperan dalam menentukan urusan rute perintis.

“Langkah cepatnya status menjadi perintis. Hari ini serahkan rutenya, besok sudah bisa melayani,” tegasnya. (*/yus/nri/lim)

BERITA TERKAIT
  • Xpress Air Belum Beroperasi, Masih Menunggu Izin Rute
  • Penerbangan Subsidi Hanya Dua Bulan
  • Tarakan - Maratua Hanya 38 Menit
  • Kenaikan Harga Tak Signifikan
  • Pemprov Optimistis Wings Air Terbangi Bulungan
  • Rute Penerbangan ke Perbatasan Ditambah
  • Kondisi Penerbangan Kaltara Masih Lancar
  • Ini Agenda Menhub ke Tarakan
  • Menteri Mau Datang, Bandara Juwata Mendadak Bersih-Bersih
  • KACAU..!! Terancam Batal Nikah, Gara-gara Pesawat Ini

BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 11:19

Ngerii...Pekerja Bangunan Kesetrum Gara-Gara Ini...

TARAKAN - Salah seorang pekerja bangunan yang belum diketahui identitasnya tak sadarkan diri akibat… Rabu, 13 Desember 2017 11:06

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN â€" Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas… Rabu, 13 Desember 2017 11:05

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN â€" Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas… Rabu, 13 Desember 2017 11:05

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN â€" Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas… Rabu, 13 Desember 2017 11:04

Polisi Pastikan Murni Bunuh Diri

TARAKAN â€" Polisi memastikan meninggalnya Sebastian Selle (31) yang ditemukan gantung diri Senin… Rabu, 13 Desember 2017 11:02

Sempat Ricu h, PH Enggan Dampingi Terdakwa

TARAKAN - Kasus pembunuhan yang terjadi pada Sabtu (24/7) lalu di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Karang… Rabu, 13 Desember 2017 10:59

Lima Jasad Menyusul Dipindahkan, Satu Belum Ditemukan

Longsor menerjang sejumlah kawasan, Minggu 3 Desember lalu. Sekira pukul 05.30 Wita, tak lama setelah… Rabu, 13 Desember 2017 10:43

Badrun Setuju Ince Dipertimbangkan

TARAKAN - Hingga kini penentuan wakil H. Badrun masih belum mendapatkan jawaban pasti. Meski sebelumnya… Rabu, 13 Desember 2017 10:40

Job Fair Efektif Kurangi Angka Pengangguran

TARAKAN- Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dalam menekan angka pengangguran.… Rab u, 13 Desember 2017 10:39

KKMB Perlu Sentuhan Baru

TARAKAN- Banyak cara yang dilakukan untuk menarik wisatawan datang dan berkunjung ke Kawasan Konservasi… Buka Peluang bagi Ijazah SD 2018, Desain Jembatan Bulan Rampung Alih Fungsi Pemilik IMB, Iz in Dicabut DPM-PTSP Stok Mencukupi, Jelang Natal dan Tahun Baru Pertanyakan Anggaran Pengamanan Pilwali Siswa SMAN 2 Akan Pindah ke SMAN 1 Kampung KB di Monev Tim Provinsi Kaltara Indeks Kerawanan Pilkada Kategori Rendah Ada Oknum Tarik Biaya Pemasangan Jargas Bulungan Siapkan Rp 1 M untuk Tes CPNS
  • Ngerii...Pekerja Bangunan Kesetrum Gara-Gara Ini...
  • Penerbangan Masih Dilakukan Terbatas
  • Tarakan Black Out Lagi
  • Tarakan Black Out Lagi
  • Tarakan Black Out Lagi
  • Polisi Pastikan Murni Bunuh Diri
  • Sempat Ricuh, PH Enggan Dampingi Terdakwa
  • Lima Jasad Menyusul Dipindahkan, Satu Belum Ditemukan
  • Badrun Setuju Ince Dipertimbangkan
  • Job Fair Efektif Kurangi Angka Pengangguran
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Tarakan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »