WARTA 24 KALIMANTAN UTARA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Rumitnya Pengiriman Bantuan Ambulans ke Wilayah Perbatasan di ...

Posted by On 18.41

Rumitnya Pengiriman Bantuan Ambulans ke Wilayah Perbatasan di ...

Mobil ambulans dari Kementerian Kesehatan melalui DAK Afirmasi, DAK Reguler, dan DAK Penugasan untuk 2 puskesmas di Kecamatan Krayan. Untuk mengirimkan 4 ambulans tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan terpaksa mengirim melalui Malaysia karena tidak adaakses jalan dari Kota Nunukan ke Kecamatan Krayan.KOMPAS.com/SUKOCO Mobil ambulans dari Kementerian Kesehatan melalui DAK Afirmasi, DAK Reguler, dan DAK Penugasan untuk 2 puskesmas di Kecamatan Krayan. Untuk mengirimkan 4 ambulans tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan terpaksa mengirim melalui Malaysia karena tidak adaakses jalan dari Kota Nunukan ke Kecamatan Krayan.

NUNUKAN, KOMPAS.com â€" Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menerima puluhan mobil ambulans dan puskesmas keliling serta puluhan sepeda motor untuk dioperasikan di puskesmas kecamatan wilayah perbatasan.

Namun, hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk mendistribusikannya ke berbagai kecamatan di wilayah perbatasan tersebut.

Meski hanya untuk mengirimkan bantuan kendaraan operasional ke puskesmas kecamatan, Dinkes terpaksa menggunakan pesawat dan mengirimnya melalui Malaysia.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Nunukan Parmedy mengatakan, untuk mengirimkan 12 sepeda motor untuk puskesmas di Kecamatan Long Bawan dan Long Layu di Kecamatan Krayan, pihaknya harus menggunakan pesawat perintis.

“Untuk yang motor sudah terkirim sebanyak 12 unit melalui pesawat. Untuk satu motor, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 3 juta,” ujar Parmedy, Rabu (13/12/2017).
Baca juga: Dinkes Kabupaten Nunukan Kesulitan Kirim Ambulan ke Kecamatan Krayan.
Namun, untuk mengirimkan empat mobil operasional yang terdiri dari mobil ambulans dan puskesmas keliling, Dinkes Kabupaten Nunukan terpaksa mengirim melalui jalur darat melintasi negara bagian Sabah, Malaysia.

Karena melintasi negara lain, tentunya bukan upaya mudah agar mobil ambulans dan puskesmas keliling tersebut bisa sampai dengan aman di Kecamatan Krayan.

Saat ini Dinkes Kabupaten Nunukan masih mengupayakan surat rekomendasi dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk memberikan surat rekomendasi agar ambulans bisa melintasi di dua negara bagian Malaysia tersebut hingga sampai di Kecamatan Krayan.

“Kami masih meminta surat rekomendasi kepada BNPP untuk mengirim empat mobil ke daerah perbatasan melalui Sabah dan Serawak, Malaysia. Surat ini sebagai pengantar ke Bea dan Cukai serta instansi lain,” imbuh Parmedy.
Untuk mempermudah pengiriman empat mobil tersebut, Dinkes Nunukan meme rcayakan kepada perusahaan ekspedisi. Rumitnya pengiriman juga membuat biaya pengiriman empat mobil tersebut menjadi mahal.

Pemerintah daerah menganggarkan biaya pengiriman hingga Rp 375 juta agar mobil-mobil itu sampai di kecamatan yang terisolasi dari jalur darat tersebut.

“Mudah-mudahan tidak naik lagi anggaran segitu. Kami gunakan ekspedisi untuk mempermudah pengiriman," kata Parmedy.
Meski rumit dari sisi teknis, tetapi dari sisi dokumen, menurut pihak Bea dan Cukai Kabupaten Nunukan, sangat mudah karena barang yang dikirim merupakan barang dari Indonesia dan dikirim ke wilayah Indonesia.

Namun, karena tidak adanya jalur darat membuat kendaraan tersebut harus melintasi Sabah dan Serawak, Malaysia, maka dibutuhkan dokumen BC 13.

Baca juga: 30 Desa di Kecamatan Krayan Nunukan Terisolasi Akibat Banjir

Seksi Kepabeanan Bea dan Cukai Kabupaten Nunukan Zain mengatakan, dokumen BC 13 merupakan dokumen pembawaan barang dari dalam negeri melalui luar negeri untuk dibawa kembali ke dalam negeri.

“Persyaratan pertama surat permohonan dari yang bersangkutan dalam hal ini Dinas Kesehatan, kemudian foto barang dan spesifikasi, termasuk dilihat nomor rangka nomor mesin dan lainnya,” ujar Parmedy.
Setelah mengantongi dokumen BC 13, keempat ambulans tersebut akan disegel saat masuk ke Malaysia dan segel hanya akan dibuka setelah mobil tersebut sampai di wilayah Indonesia di Kecamatan Krayan.

Segel itu untuk memastikan bahwa keempat mobil tersebut sampai ke Krayan dan tidak difungsikan selain di Krayan. Zain memastikan bahwa Bea dan Cukai Nunukan tidak akan memungut sepeser pun biaya pengurusan dokumen BC 13.

Bahkan BC akan mengeluarkan anggaran sendiri untuk membiayai personel BC yang akan membuka segel di Kecamatan Krayan.

“Semua free, untuk personel yang mendampingi sampai ke Krayan ada anggaran dari Bea dan Cukai sendiri. Kami bantu per mudah karena ini program untuk masyarakat Krayan,” imbuhnya.
Dari Nunukan, mobil itu akan menyeberang ke Kota Tawau, Sabah, Malaysia, dengan kapal di mana di kota pelabuhan tersebut mobil akan menjalani pengecekan dokumen.

Setelah pengecekan dokumen di Tawau selesai, nantinya mobil akan mulai melakukan perjalanan darat ke Kota Sepitang, lalu ke Kota Lawas yang merupakan salah satu kota di Serawak.

Dari Kota Lawas, perjalanan dilanjutkan ke Kota Bakalalan, kota di Serawak yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Krayan.

“Diperkirakan untuk perjalanan sampai di Krayan memakan waktu tiga hingga empat hari,” ujar Parmedy.

Baca juga: Patok Perbatasan RI-Malaysia di Kecamatan Krayan Dilaporkan Hilang
Di wilayah perbatasan Kecamatan Krayan, terdapat dua puskesmas yang menerima bantuan tersebut, yaitu Puskesmas Long Bawan dan Puskesmas Long Layu.

Kedua puskesmas itu juga masing-masing akan menerima delapan motor untuk pusk esmas Long Bawan dan lima motor untuk puskesmas Long Layu.

Pada tahun 2017, Dinkes Kabupaten Nunukan menerima bantuan 20 ambulans dan puskesmas keliling serta 52 motor operosional untuk 11 puskesmas dan satu rumah sakit pratama di Sebatik dari Kementerian Kesehatan melalui DAK Afirmasi, DAK Reguler, dan DAK Penugasan
Di Kecamatan Krayan, sebetulnya telah berdiri satu rumah sakit pratama bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tiga tahun lalu. Namun, tidak adanya peralatan medis dan tenaga medis yang ditempatkan di rumah sakit tersebut membuat bangunan rumah sakit mangkrak.

Warga di lima kecamatan Krayan akhirnya masih bergantung pelayanan kesehatan ke Malaysia atau ke Kota Tarakan jika butuh penanganan kesehatan lebih lanjut.

Rumah Sakit Kota Tarakan merupakan kota terdekat yang bisa diakses dengan pesawat atau ke Hospital Kota Bakalalan yang bisa diakses dengan kendaraan roda empat.

Meski memiliki bangunan rumah sakit Pratama yang berdir i sejak empat tahun silam mangkrak karena tidak memiliki peralatan medis dan tenaga medis.

Kompas TV Mereka memiliki cara tersendiri dalam memperingati hari ulang tahun ke-72 Indonesia serta mengungkapkan rasa nasionalisme.

Terkini Lainnya

Bikin Macet, Belasan PKL Asemka Ditertibkan

Bikin Macet, Belasan PKL Asemka Ditertibkan

Megapolitan 14/12/2017, 09:39 WIB OKI: AS Didiskualifikasi dalam Proses Perdamaian Israel-Palestina

OKI: AS Didiskualifikasi dalam Proses Perdamaian Israel-Palestina

Internasional 14/12/2017, 09:34 WIB Airlangga Hartarto: Tak Ada Faksi di Tubuh Partai Golkar

Airlangga Hartarto: Tak Ada Faksi di Tubuh Partai Golkar

Nasional 14/12/2017, 09:30 WIB OK Otrip Akan Diuji Coba dari 15 Januari-15 April 2018

OK Otrip Akan Diuji Coba dari 15 Januari-15 April 2018

Megapolitan 14/12/2017, 09:18 WIB Kemendikbud Revisi Buku SD yang Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Kemendikbud Revisi Buku SD yang Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Nasional 14/12/2017, 09:14 WIB Anies: Tol Becakayu Bermanfaat bagi Pengguna Tol, tetapi...

Anies: Tol Becakayu Bermanfaat bagi Pengguna Tol, tetapi...

Megapolitan 14/12/2017, 09:05 WIB Stasiun di London    Gelar 'Gala Dinner' untuk Tunawisma di Hari Natal

Stasiun di London Gelar "Gala Dinner" untuk Tunawisma di Hari Natal

Internasional 14/12/2017, 09:01 WIB 10 Hal Menarik dalam Sidang Perdana Setya Novanto

10 Hal Menarik dalam Sidang Perdana Setya Novanto

Nasional 14/12/2017, 08:55 WIB Anies: AM Fatwa adalah Pejuang Tangguh sejak Masa Mudanya...

Anies: AM Fatwa adalah Pejuang Tangguh sejak Masa Mudanya...

Megapolitan 14/12/2017, 08:42 WIB Dua TKI Ini Selundupkan Sabu 1,7 Kilogram    karena Diancam Dibunuh

Dua TKI Ini Selundupkan Sabu 1,7 Kilogram karena Diancam Dibunuh

Regional 14/12/2017, 08:39 WIB Israel Klaim Serangan Senjata Roket ke Wilayahnya Terus Meningkat

Israel Klaim Serangan Senjata Roket ke Wilayahnya Terus Meningkat

Internasional 14/12/2017, 08:39 WIB Aktif Perjuangkan Palestina, Indonesia Diapresiasi Mahmoud Abbas dan Raja Yordania

Aktif Perjuangkan Palestina, Indonesia Diapresiasi Mahmoud Abbas dan Raja Yordania

Nasional 14/12/2017, 08:38 WIB Anies: Masya Allah, Ini Genangan dar   i Mana?

Anies: Masya Allah, Ini Genangan dari Mana?

Megapolitan 14/12/2017, 08:34 WIB Jadi Ketum Golkar, Airlangga Berterima Kasih kepada Jokowi-JK

Jadi Ketum Golkar, Airlangga Berterima Kasih kepada Jokowi-JK

Nasional 14/12/2017, 08:30 WIB Jadwal Siaran Langsung Hari Ini, Ada Tontowi/Liliyana dan Marcus/Kevin

Jadwal Siaran Langsung Hari Ini, Ada Tontowi/Liliyana dan Marcus/Kevin

Olahraga 14/12/2017, 08:25 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Nunukan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »