Sembilan Hari Naik-Turun Gunung untuk Jemput Pasien - Warta 24 Kalimantan Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Sembilan Hari Naik-Turun Gunung untuk Jemput Pasien

Sembilan Hari Naik-Turun Gunung untuk Jemput Pasien

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA…

Sembilan Hari Naik-Turun Gunung untuk Jemput Pasien

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: SENIN
01 JANUARI UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KO MBIS

UT AMA

Senin, 01 Januari 2018 00:02 Sembilan Hari Naik-Turun Gunung untuk Jemput Pasien

Pengabdian Petugas-Petugas Kesehatan di Kampung: Andrilio (22)

SENANG DI PEDALAMAN: Andrilio ketika menyeberangkan ambulans Puskesmas Merapun ke Kampung Muara Lesan untuk kegiatan posyandu, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Hampir semua tenaga kesehatan yang bertugas di kampung pedalaman mengalami kendala yang sama. Minim listrik, minim sinyal telekomunikasi, minim air bersih, dan minim sarana penunjang pelayanan kesehatan. Hal itu juga yang selama ini dialami Andrilio, perawat di Puskesmas Induk Kampung Merapun, Kecamatan Kelay.

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

SUDAH dua tahun Andrilio menjalani rutinitasnya sebagai perawat di Puskesmas Induk Kampung Merapun. Dalam kurun dua tahun tersebut, Andrilio mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Apalagi lingkungan di sana sangat ramah, dan masyarakatnya sangat mendukung kerja tenaga kesehatan. Meskipun diakuinya, sejak pertama puskesmas diresmikan tahun 2015 lalu, Andrilio merasa sulit memaksimalkan pengetahuannya di bidang kesehatan.

Penyebabnya tentu karena minimnya fasilitas penunjang. Terutama listrik, air bersih dan sulitnya mendapat sinyal telekomunikasi.

“Sering sekali saat ada pasien yang dirawat inap, otomatis saat malam pasti gelap. Pasien juga merasakan kegelapan. Kalau sudah begitu, ya kami hanya bisa membantu dengan memberikan senter untuk penerangan,” ungkapnya kepada Berau Post kemarin (31/12).

“Merapun juga susah sinyal. Mungkin sama seperti di Long Laai dan Long Boy. Handphone harus kita sandarkan dulu di tempat yang kebetulan ada sinyal, baru kita bisa menghubungi keluarga atau yang lainnya,” imbuhnya.

Tetapi serba kekurangan yang dialami, tidak membuat pria Nunukan, 17 Agustus 1993 ini menyerah. Pasalnya, Andrilio yang juga berasal dari pedalaman Nunukan, sudah sangat terbiasa hidup dengan penerangan minim dan air bersih yang sulit. Bahkan kondisi itu dianggapnya sebagai cerita menarik dalam kariernya sebagai perawat.

Salah satu dari sekian banyak pe ngalaman yang tidak mungkin dilupakannya, adalah ketika harus menjemput pasien yang jatuh saat memperbaiki jalur sarang burung di Gunung Kulat tahun 2016 lalu. Karena lokasinya di puncak gunung, Andrilio harus berjalan kaki mendaki gunung di tengah hutan. Apalagi pasien mengalami cedera parah yang membuatnya tak bisa berjalan saat itu.

“Puji Tuhan, setelah kita tangani pasiennya selamat. Kami dari kampung ke gua itu tiga hari, enam hari sisanya kami bawa pasien dari gua ke kampung. Jadi ada sembilan hari kita jalan kaki,” ujarnya.

Tapi sekali lagi, hal itu justru sangat dinikmatinya. Bungsu dari sembilan bersaudara ini sama sekali tidak merasa kaget ataupun tertekan dengan berbagai kendala yang dihadapi selama bertugas di Merapun.

Sebagai petugas kesehatan, lulusan Universitas Borneo Tarakan ini berharap, fasilitas kesehatan di Puskesmas Merapun bisa ditingkatkan lagi. Terpenting fasilitas untuk pelayanan-pelayanan darurat. Agar pelayanan bisa lebih maksimal .

“Tapi mau bagaimana pun dua tahun di sana banyak susah senangnya. Apalagi kalau lihat senyum orang kampung yang sembuh, rasanya senang sekali. Di situ letak senangnya,” tutupnya. (*/bersambung/udi)

loading...
BERITA TERKAIT
  • Pertahankan Tradisi, Ajarkan Cara Bertahan Hidup
  • Kesadaran Masyarakat bisa Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
  • Rela Kelaparan, Gelap-gelapan Rawat Pasien
  • BBM Dijatah, Motoris Harus Tegas Utamakan Keselamatan
  • Rujuk Pasien dengan Perahu, Ciptakan Perubahan
  • Sempat “Minggat”, Tunggu Payung Hukum Penggunaan Hiperbarik
  • Banyak di Lapangan, Kerap Ditolak Masyarakat
  • Sempat Ingin Berhenti, Rujuk Pasien Pakai Pikap
  • Rela Berpisah dengan Suami dan Anak-Anak
  • Sabar Tunggu Gajian, Sempat Menganggur Setahun

BACA JUGA Senin, 01 Januari 2018 11:29 BREAKING NEWS

DUA Warga Berau Jadi Korban Speed Boat Tenggelam di Bulungan

TANJUNG SELOR â€" Dua warga Berau, masing-masing Felisa dan Natasya jadi korban meninggal dunia… Minggu, 31 Desember 2017 00:10

Didik Mandiri sejak Kecil

TANJUNG REDEB â€" Hutan bukan sekadar tempat tinggal yang ramah bagi satwa-satwa liar. Hutan juga… Sabtu, 30 Desember 2017 14:29

12 Paket Gagal Lelang

TANJUNG REDEB â€" Waktu pelaksanaan lelang pekerjaan tahun 2017 oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP)… Jumat, 29 Desember 2017 00:03

Gara-Gara Ini, Pedagang Madu Asli Merugi

TANJUNG REDEB â€" Terungkapnya praktik pengolahan dan penjualan mad u palsu oleh masyarakat Rinding,… Kamis, 28 Desember 2017 15:19

Mesin 1x10 Tiba, Aksesori Masih Tertinggal

TANJUNG REDEB â€" Warga Berau khususnya di wilayah Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk… Rabu, 27 Desember 2017 11:34

Dapil Satu Bisa Kurang Satu

TANJUNG REDEB â€" Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau kembali mengundang perwakilan seluruh partai… Rabu, 27 Desember 2017 11:31

Bongkar Praktik Madu Palsu

TANJUNG REDEB â€" Ani (43), warga Jalan Marsma Iswahyudi, Kelurahan Rinding, terpaksa berurusan… Selasa, 26 Desember 2017 11:09

Pelanggan Besar Diminta Gunakan Genset

TANJUNG REDEB â€" Pelanggan besar listrik da ri PT PLN Area Berau, seperti perkantoran, hotel, restoran… Selasa, 26 Desember 2017 00:09

Maknai Natal dengan Kabarkan Sukacita

TANJUNG REDEB â€" Sukacita Natal kembali terlihat di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat… Selasa, 26 Desember 2017 00:08

Didominasi Kasus Perlindungan Anak

TANJUG REDEB - Sebanyak 27 narapidana (napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb,… Pengganti Kalstar Tak Kunjung Terbang Pelanggan Besar Diminta Gunakan Genset Gagas Sekolah Alam di Berau Maknai Natal dengan Kabarkan Sukacita Didominasi Kasus Perlindungan Anak Tak Dapat Kucuran Dana Hujan Mengguyur hingga Februari Banyak di Lapangan, Kerap Ditolak Masyarakat Mesin 1x10 Tiba, Aksesori Masih Tertinggal Rujuk Pasien dengan Perahu, Ciptakan Perubahan
  • DUA Warga Berau Jadi Korban Speed Boat Tenggelam di Bulungan
  • Pembinaan hingga Pelosok
  • Jumlah Atlet Kian “Bengkak”
  • Harga Ikan Naik Rp 15 ribu
  • Enam Pelaku Illegal Fishing Diamankan
  • Didik Mandiri sejak Kecil
  • Pertahankan Tradisi, Ajarkan Cara Bertahan Hidup
  • Petaka Satu Gol, Berau Marine FC 1-0 Mahkota Saturut FC
  • Dapat Komposisi Terbaik, PSSI Turunkan 20 Pemain untuk Pra-Porprov
  • Kasman Dikabarkan Meninggal
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DI SCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Nunukan

Tidak ada komentar