Dikenal Saleh, Pernah Bilang: “Bunda, Aku Ini Pilihan Tuhan” - Warta 24 Kalimantan Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Dikenal Saleh, Pernah Bilang: “Bunda, Aku Ini Pilihan Tuhan”

Dikenal Saleh, Pernah Bilang: “Bunda, Aku Ini Pilihan Tuhan”

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGA…

Dikenal Saleh, Pernah Bilang: “Bunda, Aku Ini Pilihan Tuhan”

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: RABU
03 JANUARI UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 02 Januari 2018 12:26 Dikenal Saleh, Pernah Bilang: “Bunda, Aku Ini Pilihan Tuhan”

Korban Meninggal Tragedi Speedboat Anugrah Express: Al Habsyi (1)

BERDUKA: Jenazah Muhammad Yusuf Al Habsyi disemayamkan di rumah kakeknya, Senin (1/1).

PROKAL.CO, Kepergian Muhammad Yusuf Al Habsyi untuk selama-lamanya, sempat memberikan tanda-tanda bagi keluarganya, terutama ibunya Andi Sari Rahmadani. Keluarga pun merasa kehilangan, karena Al Habsyi dikenal anak yang saleh dan memiliki kepribadian yang baik.

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

DUKA mendalam menyelimuti kediaman Andi Sulaiman di RT 02 RW 07 Kelurahan Lingkas Ujung, Senin (1/1), sekira pukul 15.10 Wita. Di rumah kakeknya itulah jenazah Muhammad Yusuf Al Habsi disemayamkan.

Ketika itu, jenazah Al Habsyi baru saja tiba dari Tanjung Selor menggunakan speedboat Kaltara 3. Almarhum Al Habsyi merupakan satu dari dua jenazah korban tragedi tenggelamnya speedboat Anugrah Express yang dibawa ke Tarakan menggunakan speedboat milik Pemprov Kaltara.

Begitu tiba di rumah duka, puluhan pelayat baik keluarga maupun kerabat, sudah menunggu di teras rumah. Sementara di dalam rumah, menanti juga keluarga dekat almarhum. Tangis pilu pun tak tertahankan melihat jenazah anak berusia 7 tahun itu ketika dikeluarkan dari mobil jenazah RSUD Tarakan.

Ibunya, Andi Sari Rahmadani, paling bersedih atas kepergian anak pertama dari tiga bersaudara ini. Bersama anak keduanya, istri dari Hendra itu berada di belakang kepala anaknya sambil menahan isak tangis, namun berusaha ikhlas menerima takdir dari Yang Maha Kuasa.

Kepergian anaknya seolah menjadi bukti akan tanda-tanda yang ia rasakan dari tutur kata Al Habsi pada malam tahun baru. Ketika itu, anaknya tiba-tiba saja berkata kalau ia merupakan pilihan Tuhan.

“Bunda, aku ini pilihan Tuhan, bilangnya. Mamanya ngomong tadi (kemarin) waktu di speedboat,” tutur Andi Sulaiman yang juga orangt ua dari ibu Al Habsyi.

Namun, seiring waktu berjalan, firasat itu pun terlupakan. Pada Senin (1/1) pagi, Andi Sulaiman bersama lima keluarganya, termasuk Andi Sari Ramadani dan Al Habsyi, berangkat ke Tarakan.

Andi Sulaiman dan keluarganya mengambil jadwal keberangkatan pagi hari agar lebih cepat tiba di Tarakan. Sebab, istrinya, Hasnawati harus mempersiapkan diri untuk kembali mengajar di salah satu SD negeri di Tarakan pada hari ini.

Dengan menumpangi speedboat Anugrah Express, Andi Sulaiman dan keluarganya tidak merasakan firasat apa pun. Apalagi, ia pun tidak melihat adanya overload atau kelebihan penumpang dalam speedboat tersebut.

“Tidak full. Di kursi depan itu masih ada kosong yang dekat anu (nakhoda, Red) itu,” ujar pensiunan TNI Angkatan Darat (AD) ini.

Andi Sulaiman dan keluarga kemudian mengambil inisiatif duduk di barisan kursi nomor dua bagian depan. Ketika itu, Andi Sulaiman duduk berdampingan dengan istrinya, Hasnawati. Sedangka n Al Habsyi dan ibunya duduk di sebelah.

Ketika baru berlayar, Andi Sulaiman sudah mengingatkan Al Habsyi yang sedang memakan kerupuk agar menggunakan life jacket atau baju pelampung. Namun, ia menolak dengan alasan yang tidak jelas. Namun, ibunya juga tidak menggunakan pelampung karena merasa bisa berenang.

Setelah kurang lebih lima menit meninggalkan Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, tiba-tiba saja speedboat menabrak benda keras yang diduga kayu. Seketika itu juga speedboat oleng dan langsung terbalik.

Pascaterbalik, Andi Sulaiman berhasil menyelamatkan dua cucunya, Nur dan Muhammad Adnan, istri serta anaknya Andi Sari Ramadani dengan mendorong pintu bagian depan. Bahkan, dua anak lainnya yang bukan keluarganya, juga diselamatkan. Sayang, ia tidak mampu menyelamatkan Muhammad Yusuf Al Habsyi.

“Begitu masuk ke dalam (speedboat) menyelam mencari cucu saya (Muhammad Yusuf Al Habsyi), sudah bau bensin, saya pun sudah keram. Saya kembali ke speed, buka cel ana dan pakai celana pendek. Ada yang teriak cucuku, cucuku, saya bilang sabar ajalah sudah. Biarlah anakmu meninggal, yang penting kita usahakan bisa ketemu mayatnya,” tutur pria berusia 60 tahun ini.

Al Habsyi baru ditemukan dengan kondisi kaku dan sudah tidak bernyawa ketika speedboat ditarik kembali ke dermaga. Menurut Andi Sulaiman, cucunya ditemukan bersama mayat H Ahmad, warga Tanjung Selor.

Saat kejadian, Andi Sulaiman juga melihat semua penumpang terperangkap di dalam speedboat. Karena kondisi kapal memang terbalik.

Salah satu yang sangat kehilangan Al Habsyi adalah pamannya, Dedi Trishamdani. Rawut wajahnya langsung bersedih ketika menceritakan kebaikan Al Habsyi yang ia kenal anak saleh dan memiliki kepribadian baik.

“Sering kalau omnya tidak sembahyang dia selalu ingatkan untuk sembahyang. Makanya kami sayang betul lah dia,” tutur anggota Polres Tarakan.

Dedi juga sempat mengingat permintaan terakhir keponakannya itu mela lui telepon kepada ayahnya yang ingin merayakan tahun baru dengan bakar-bakar bersama di Tarakan. “Tadi malam (31/12), dia menelepon bapaknya siaran langsung. Dia bilang, pak besok kita bakar-bakar lagi, maksudnya hari ini (kemarin). Bilang ayahnya sudah enggak ada lagi (ikan). Tapi kalau kau datang nanti ada sudah kusiapkan jagung. Kemudian rencananya ini hari mau merayakan ulang tahun anak saya, dia sempat menelepon istri saya, dia bilang nanti ajak Amad (panggilan akrab Muhammad Yusuf Al Habsyi) ke KFC, bilang istri saya tunggu datanglah ke sini. Ternyata Tuhan berkehendak lain,” kenangnya. (bersambung/fen)

BERITA TERKAIT
  • Karier Politik Cemerlang, Tempat Tinggal Numpang Menantu
  • Followers Terus Bertambah, Banyak yang Minta Tanda Tangan
  • Numpang di Rumah Keluarga, Butuh Uluran Tangan Dermawan
  • Ungkapan Syukur Atas Rezeki yang Diperoleh
  • Hadir di Acara Khitanan, Bantu Masyarakat Adalah Amanah
  • Berpotensi Jadi Penyumbang Utama Perekonomian Kaltara
  • Biar Tidak Pikun, Rajin Sedekah agar Rezeki Bertambah
  • Baru Berusia 22 Tahun, Selesaikan S-2 Hanya Delapan Bulan
  • Sempat Hanya Didampingi Tetangga, Hari Ini Jalani Operasi
  • Tahun Depan, Wakili Indonesia di Kejuaraan Dunia

BACA JUGA

Selasa, 02 Januari 2018 12:32

Keluarga Korban Terima Santunan

DELAPAN korban meninggal dunia terbaliknya speedboat Anugrah Express diberi santunan oleh Jasa Raharja… Selasa, 02 Januari 2018 12:30

Wagub Nyaris Jadi Korban Speedboat Tenggelam

TRAGEDI terbaliknya speedboat Anugrah Express di Sungai Kayan, Senin (1/12) pagi, menjadi kisah tersendiri… Selasa, 02 Januari 2018 12:28

Gubernur Minta Penyebab Ditelusuri

TERBALIKNYA speedboat Anugrah Express mengundang keprihatinan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.… Selasa, 02 Januari 2018 12:23

Duka Awal Tahun, Delapan Penumpang Anugrah Express Meninggal

TANJUNG SELOR â€" Awal 2018 menjadi sejarah memilukan bagi warga Bulungan, Kalimantan Utara. Keceriaan… Selasa, 02 Januari 2018 12:21

Dishub Akan Evaluasi Standar Speedboat

TRAGEDI terbaliknya speedboat Anugrah Ekspres, kemarin (1/1), menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah… Senin, 01 Januari 2018 13:14

Anak sebagai Pelaku Kejahatan Meningkat

TANJUNG SELOR â€" Anak yang berur usan dengan hukum karena melakukan aksi kejahatan cukup meningkat… Senin, 01 Januari 2018 13:09

Pusat Beri Sinyal soal DOB

TANJUNG SELOR â€" Keinginan masyarakat Kalimantan Utara agar pemerintah pusat memberi pengecualian… Senin, 01 Januari 2018 11:08 BREAKING NEWS

INNALILLAHI, Ini Nama 6 Korban Speed Boat Terbalik di Bulungan

TANJUNG SELOR - Awal tahun diwarnai duka. Speedboat Anugerah Express dari Tanjung Selor tujuan… Minggu, 31 Desember 2017 14:31

Fokus ke Peredaran Narkoba

TANJUNG SELOR â€" Operasi atau razia gabungan yang digelar kepolisian dan TNI, Jumat (29/12) malam,… Minggu, 31 Desember 2017 14:27

SB Rejeki Baru Jadi Sejarah K elam

TARAKAN â€" Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Kepelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan mencatat beberapa… Tambahan Daya PLN Molor Mesin Tiba, Belum Bisa Dioperasikan Pemkot Tetapkan Status KLB Difteri, Waspada Penularan lewat Trompet Fokus ke Peredaran Narkoba Tak Sesuai Perda, Dianggap Pungli Tahun Depan Studi Jembatan Timbang Pusat Beri Sinyal soal DOB Stok Vaksin Difteri Menipis SB Rejeki Baru Jadi Sejarah Kelam Sah Jelang Tutup Tahun, APBD Kaltara Rp 3,06 T
  • MIRIS !!! Warga ‘Dihadiahi’ Pemadaman
  • Hilang setelah Capai Berenang
  • Keluarga Korban Terima Santunan
  • Wagub Nyaris Jadi Korban Speedboat Tenggelam
  • Gubernur Minta Penyebab Ditelusuri
  • Dikenal Saleh, Pernah Bilang: “Bunda, Aku Ini Pilihan Tuhan”
  • Duka Awal Tahun, Delapan Penumpang Anugrah Express Meninggal
  • Dishub Akan Evaluasi Standar Speedboat
  • Penerimaan CPNS Terkendala Anggaran
  • Sita 64 Senpi Rakitan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Tarakan

Tidak ada komentar