WARTA 24 KALIMANTAN UTARA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Meski Hampir Rampung Kontraktor Pembangunan Puskesmas ...

Posted by On 17.02

Meski Hampir Rampung Kontraktor Pembangunan Puskesmas ...

Meski Hampir Rampung Kontraktor Pembangunan Puskesmas Metut di Malinau Tetap Kena Denda

pembangunan Puskesmas dengan total anggaran senilai Rp 4.236.847.000 sudah memasuki tahap akhir pembangunan

Meski Hampir Rampung Kontraktor Pembangunan Puskesmas Metut di Malinau Tetap Kena DendaTRIBUN KALTIM / NIKO RURUEmpat unit ambulans yang gagal terkirim ke sejumlah Puskesmas di Krayan, Rabu (3/1/2018), terparkir di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan.

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Jembatan Metut, Kecamatan Malinau Selatan Hulu (Masehu) yang telah tersambung akhir Desember 2017 lalu memberikan secercah harapan penyelesaian Puskesmas di kecamatan pedalaman itu. Alhasil, memasu ki akhir Januari ini Puskesmas hampir selesai dibangun. Tahap selanjutnya, kontraktor akan melaksanakan pembersihan.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Malinau, dr John Felix Rundupadang mengungkapkan, pembangunan Puskesmas dengan total anggaran senilai Rp 4.236.847.000 sudah memasuki tahap akhir pembangunan. Seharusnya, pembangunan Puskesmas Metut selesai akhir tahun lalu.

Sebagai konsekwensi kontraktor yang tidak dapat menyelesaikan pembangunan Puskesmas Metut tepat waktu, pihaknya baru memberikan pembayaran sebesar 95 persen dari nilai kontrak. Sisanya, akan dibayarkan setelah selesai proses pembangunan. "Kami baru bayar 95 persen," ungkapnya.

Persoalan utama keterlambatan pembangunan Puskesmas Metut Masehu ini, beber John, karena kontraktor tidak dapat mengangkut material ke lokasi pembangunan. Hal ini dikarenakan jembatan satu-satunya untuk menuju lokasi pembangunan Puskesmas ambruk diterjang banjir a khir November lalu.

Seperti diwartakan sebelumnya, beberapa hari sebelum Natal jembatan Metut telah diperbaiki oleh satu perusahaan kayu yang beroperasi di kecamatan tersebut. Setelah perbaikan dilakukan, barulah kontraktor agak lancar mengangkut material. "Beberapa kali jalan putus di sana," ujar John lagi.

Meski alasan pengakutan material sulit, dr John menegaskan, penerapan aturan tetap ditegakkan. Pihaknya memberikan denda kepada kontraktor sampai pembangunan Puskesmas selesai. Kemudian, apabila pembangunan melebihi batas waktu yang diberikan, kontraktor akan diblacklist.

"Kita berlakukan denda kepada pihak perusahaan. Semakin terlambat mereka menyelesaikan pembangunan, maka dendanya akan semakin banyak. Tentu akan merugi kontraktornya. Kita berikan 50 hari tambahan kerja. Nah, kalau lewat dari waktu itu maka akan kita masukan konstruksi itu dalam daftar hitam atau blacklist," tegasnya.

Camat Masehu, Juari Lakai mengungkapkan, pers oalan putusnya jalan dan jembatan di Metut beberapa waktu lalu membuat masyarakat Masehu kesulitan. Terlebih saat itu memasuki perayaan Natal. Sehingga, masyarakat sempat memperbaiki jembatan untuk sementara. "Hampir satu bulan, Masehu terisolir," ungkapnya. (*)

Oktober Sudah Dapat Diaktifkan
SETELAH pembangunan Puskesmas Metut Masehu selesai, Kadinkes P2KB Malinau, dr John Felix Rundupadang menyatakan, fasilitas kesehatan di salah satu daerah pedalaman Malinau ini akan efektif aktif tahun 2019 mendatang. Sebab, Dinkes P2KB harus mempersiapkan seluruh perlengkapan dan tenaga medis. "Nanti, untuk tenaga kesehatan kita ajukan di APBD-P tahun 2018," bebernya.

Terkait dengan jumlah tenaga kesehatan yang rencananya akan ditempatkan di Puskesmas ini, dr John mengungkapkan, ada 21 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, non keperawatan dan tenaga administrasi akan ditugaskan di Puskesmas Metut Masehu. Adapun u ntuk dokter, John menyebutkan, akan menugaskan satu dokter.

"Kita tugaskan satu dokter dulu. Sekaligus, kita lihat perkembangan jumlah pasien di sana seperti apa. Sebab, penduduk terbanyak di Masehu ini berada di Desa Tanjung Nanga yang geografisnya lebih dekat dengan Desa Loreh, Kecamatan Malinau Selatan. Kalau untuk penduduk di sekitaran Puskesmas ini tidak terlalu banyak," tandasnya.

Tidak menunggu sampai ditahun 2019 mendatang, dr John mengharapkan, Puskesmas Metut Masehu ini dapat aktif diakhir tahun 2018 ini. Sekira bulan Oktober mendatang, dr John menyatakan, Puskesmas sudah dapat diaktifkan. "Oktober sudah dapat diaktifkan. Tapi, 2019 baru efektif betul Puskesmas ini," jelasnya sembari mengungkapkan harapan seluruh persiapan dapat diselesaikan dalam beberapa bulan mendatang. (*)

Penulis: Purnomo Susanto Editor: Mathias Masan Ola Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Pasi en Cantik Nangis-nangis Diduga Dilecehkan Pegawai RS, "Ngaku Apa yang Kamu Perbuat" Sumber: Google News | Warta 24 Malinau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »