Nunukan Miliki Peluang Besar - Warta 24 Kalimantan Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Nunukan Miliki Peluang Besar

Nunukan Miliki Peluang Besar

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS PRO KALSEL�…

Nunukan Miliki Peluang Besar

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: KAMIS
11 JANUARI RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 10 Januari 2018 11:06 Nunukan Miliki Peluang Besar

Lepas Ketergantungan Sembako Malaysia

MASIH ADA: Keberadaan LPG 14 Kg asal Tawau, Malaysia yang hingga saat ini masih banyak digunakan masyarakat menjadi salah satu contoh lemahnya persaingan produk dalam negeri dengan buatan luar negeri. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN â€" Ketergantungan terhadap Malaysia bukan rahasia lagi di Kabupaten Nunukan. Sebagai wilayah perbatasan, tentunya masih sangat membutuhkan suplai barang, khususnya sembilan bahan pokok (sembako) ke masyarakat. Hal ini terjadi akibat sulinya transportasi untuk mendatangkan barang dalam negeri.

Namun, saat ini tentunya berbeda. Apalagi adanya jalur tol laut yang menyambangi wilayah perbatasan. Yakni, Pelabuhan Sebatik dan Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Tentunya, bukan hal mustahil lagi mendatangkan gula pasir, minyak makan, dan tepung, yang selama ini didominasi dari T awau, Malaysia.

Sejak masuknya transportasi laut Surabaya-Nunukan, sejumlah produk lokal mulai masuk ke Nunukan. Seperti minuman mineral dan makanan ringan lainnya. Tak hanya itu, beberapa alat elektronik juga demikian. Semakin tahun mendominasi di wilayah perbatasan. Termasuk pakaian dan lainnya. Hal ini merupakan bukti nyata jika saat ini barang yang disuplai pengusaha di Nunukan tak hanya didominasi produk Tawau, Malaysia. Namun produk dalam negeri mulai ramai dan menjadi kebutuhan masyarakat Nunukan. Sebab, ketersedian barangnya memang ada. “Saya yakin, jika barang sembako dari Malaysia itu ditetapkan cukainya, seperti perdagangan luar negeri, harganya pasti lebih mahal dari barang yang dari Surabaya,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar kepada media ini.

Ia mencontohkan tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) 14 kilogram (kg) milik Malaysia. Sampai saat ini masih saja banyak ditemukan. Khususnya di Pulau Nunukan dan Pulau Sebati k. Padahal, pemerintah telah mendatangkan LPG 3 kg yang diperuntukan bagi warga kurang mampu. Lalu, ada juga LPG 12 dan 5,5 kg yang khusus untuk masyarakat kelas menengah ke atas. “Tapi, sampai saat ini LPG produk Pertamina itu sulit bersaing. Karena LPG Malaysia itu tetap bisa masuk,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini alasan yang terlontar kepada masyarakat pengguna LPG Malaysia lantaran pemerintah tak menyediakan LPG buatan dalam negeri. Namun, setelah disiapkan, justru tak digunakan. Olehnya itu, sudah saatnya ketergantungan terhadap produk Malaysia dihilangkan secara perlahan. “Jika ada kemauan, pasti ada jalan. Hanya saja, kemauan itu harus didukung dengan instansi tekait juga. Tidak hanya kami saja,” tegasnya.

Dikatakan, selama ini produk Tawau, Malaysia memang sangat mudah masuk ke Nunukan dan Pulau Sebatik. Ini lantaran masih kentalnya dengan budaya kearifan lokal yang telah terjadi sejak lama. Bahkan, ketika Kabupaten Nunukan masih merupakan wilayah ke camatan dari Kabupaten Bulungan. “Inilah yang ingin pelan-pelan diubah. Segala produl dalam negeri mulai didatangkan untuk melepask ketergantungan itu,” ujarnya.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Nunukan Irsan Humokor mendukung penuh upaya Pemkab Nunukan. Khususnya Disdag Nunukan dalam menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap produk Tawau, Malaysia. “Apalagi saat ini transportasi dari Pulau Jawa dan Sulawesi sudah sangat mendukung. Sehingga, upaya itu memang perlu didukung,”ungkapnya saat dihubungi media ini kemarin.

Ia mengatakan, agar tujuan Pemkab Nunukan tercapai, tentunya diperlukan koordinasi dengan instansi terkait yang ada di Kabupaten Nunukan. Karena, tanpa dukungan itu semua tentunya sulit diwujudkan. “Saya rasa, komitmen bersama saja yang perlu ada. Tidak hanya pemerintah daerah saja, tapi juga instansi vertikal lainnya. Khususnya pengusaha yang selama ini memasuk barang asal Malaysia itu,” jelasnya. (oya/ash)

loading...
BERITA TERKAIT
  • Harga Sembako di KTT Masih Mahal
  • Awal Tahun, Harga Sembako Mulai Stabil
  • Harga Sembako Mulai Merangkak Naik
  • Harga Sembako Jelang Natal dan Tahun Baru ‘Merangkak’ Naik
  • Harga Kebutuhan Pangan Masih Stabil
  • Pasca Lebaran, Harga Sembako Masih Mahal
  • Stok dan Harga Sembako Masih Aman
  • WADUH..!! Subsidi Ongkos Angkut Sembako Sementara Ditiadakan
  • Dua Janda Ini Jadi Tulang Punggung Keluarga
  • Sembako Murah Didukung Kementerian

BACA JUGA

Rabu, 10 Januari 2018 11:52

Berharap Kucuran Anggaran dari DAK

NUNUKAN â€" Anggaran yang diperuntukan pembangunan sarana dan prasarana di Nunukan, dinilai sangat… Rabu, 10 Januari 2018 11:04

Melawan Saat Diamankan, Maling Ditembak Polisi

NUNUKAN - Salah seorang pria paruh baya diamankan pihak kepolisian lantaran telah melakukan aksi pencurian… Rabu, 10 Januari 2018 11:02

Pencari Kerja Harapkan Ada Penerimaan CPNS 2018

NUNUKAN â€" Kabar perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Nunukan tahun 2018 ini kembali… Rabu, 10 Januari 2018 10:41

Dinsos Upayakan Bantuan ke Warga Miskin

NUNUKAN â€" Data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan terkait angka kemiskinan mengalami… Selasa, 09 Januari 2018 10:43

DPRD Melunak, RAPBD Dilanjutkan

NUNUKAN â€" Setelah terjadi penolakan yang menyebabkan deadlock-nya pengesahan Anggaran Pendapatan… Selasa, 09 Januari 2018 10:40

Kejaksaan Negeri Bakal Panggil Tersangka

NUNUKAN â€" Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan akan segera memanggil tersangka dugaan kasus… Selasa, 09 Januari 2018 10:38

Pegawai Honorer Khawatir Gaji Tak Cair

NUNUKAN â€" Memasuki pekan kedua Januari 2018, akt ivitas pelayanan di sejumlah kantor organisasi… Senin, 08 Januari 2018 12:06

Kodim Ajak Masyarakat Proaktif

NUNUKAN â€" Menanggapi informasi masih ada seorang buronan dalam daftar pencarian orang (DPO) terduga… Senin, 08 Januari 2018 11:43

Petani Butuh Perlindungan

NUNUKAN â€" Harga rumput laut kembali turun, saat ini hanya Rp 15 ribu per kilogram (kg). Padahal… Senin, 08 Januari 2018 11:42

Cuaca Ekstrem, Alarm bagi Nelayan Kecil

NUNUKAN â€" Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nunukan memberikan peringatan kepada… 31 Januari, Serah Kunci Studio XXI Hanya Satu Armada Miliki Pintu Darurat Di Malinau Hanya Ada Tujuh Polsek Sempat Disorot, Pengadaan Seragam Jalan Terus 2018, Target Memampukan Aparatur Desa Jalur Ilegal Terbuka, WNA Masuk Tanpa Dokumen Polisi Pastikan Pengaruh Alkohol Utang Rp 68 Miliar Tunggu DBH Akhir Januari, Daya PLN Malinau Jadi 16 MW Kaltara Dinilai Masih Minim Infrastruktur
  • BPJS Kesehatan dan PT PMI Bersinergi untuk JKN-KIS
  • Mengejutkan! Inilah yang diungkapkan Suami Sally saat Jadi Saksi di...
  • OKE Pulang, BAIS Tiba Bawa SK Sah
  • Tiga Titik Jalan Terancam Putus
  • Daftar Haji 2018, Berangkat Tahun 2035
  • Lahan Ada, L apas Tak Kunjung Ada
  • UPP Diresahkan Informasi Hoax
  • Tumpah-Ruah, Pasangan Oke Libatkan Ribuan Massa
  • Sidang Kembali Digelar, Pengunjung Diperiksa Ketat
  • PKB Garansi Dukung Umi-Mahrudin
Sitemap
  • HO ME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Nunukan

Tidak ada komentar