WARTA 24 KALIMANTAN UTARA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Simulasi, KPU Tarakan Diserang Massa karena Jagonya Kalah ...

Posted by On 17.30

Simulasi, KPU Tarakan Diserang Massa karena Jagonya Kalah ...

Jumat 05 Januari 2018, 11:03 WIB Simulasi, KPU Tarakan Diserang Massa karena Jagonya Kalah Pilkada Sofyan Ali - detikNews Simulasi, KPU Tarakan Diserang Massa karena Jagonya Kalah Pilkada Tarakan - Puluhan masa dari salah satu kandidat pasangan calon wali kota dan wakil walikota Tarakan menyerang kantor KPU Tarakan, Kalimantan Utara. Mereka tidak terima jagonya kalah dan menganggap ada kecurangan. Bukan hanya terjadi saling lempar benda keras, aksi tersebut juga diwarnai saling dorong antara petugas keamanan dan massa.
Awalnya, massa yang datang dengan membawa berbagai spanduk dan bendera partai polit ik pengusung menuntut KPU melakukan pencoblosan ulang, karena ada indikasi kecurangan oleh salah satu pasangan calon. Belum sempat ada negosiasi, massa langsung merangsek masuk ke barisan Dalmas Polres Tarakan untuk menerobos ke dalam kantor KPU.
Saling dorong antara petugas dengan massa tak dapat terhindarkan, merawa kewalahan dengan jumlah massa, petugas akhirnya menurunkan tim anti huru-hara dari Brimob Tarakan untuk membubarkan massa. Kedatangan Brimob dengan pakaian lengkap anti huru-hara, justru membuat massa semakin beringar dan saling lempar tak dapat terhindarkan.
Karena semakin tak terkendali, petugas menurunkan mobil water canon dan langsung menyemprotkan ke kerumunan massa, tak ayal banyak orang yang terpental dan jatuh akibat dorongan air yang disemprotkan dari water canon. Tak butuh waktu lama, aksi ini dapat dibubarkan tanpa ada korban jiwa.
Inilah skenario simulasi yang dilakukan oleh Polres Tarakan dalam rangkaian Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Operasi Kewilayahan 'Mantap Praja 2018' yang digelar di Taman Berkampung Kota Tarakan, Jumat (05/01/2018).
Dikatakan Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Michael Hence Royke Supit, simulasi yang dilakukan oleh pihaknya ini merupakan bagian dari tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tarakan yang dimulai pada 8-10 Januari, yaitu pendaftaran calon. Mulai dari tahapan ini sudah banyak potensi kerawanan yang harus diantisipasi.
"Banyak yang perlu diantisipasi, mulai dari tahap pendaftaran saja sudah ada kerawanan. Contohnya dalam pendaftaran ada pasangan calon yang tidak memenuhi syarat, lalu massanya akan tidak terima dan mulai melakukan aksi yang dapat mengancam stabilitas kota, tetapi yang paling rawan adalah pada saar masa kampanye," terangnya kepada wartawan.
Lebih lanjut dikatakan Dearystone, masa tenangpun terbilang cukup rawan dengan tindak pidana, serangan fajar, dan pada saat pencoblosan juga sangat rawan. Misalnya ada kotakk suara yang disabotase atau d icuri itu merupakan salah satu kerawanan yang harus kita antisipasi sejak sekarang.
"Mulai hari ini sudah rawan, tidak ada yang kita anggap tidak rawan. Kita ambil hal terburuk yang terjadi dari semua tahapan pemilu, makanya kita lakukan simulasi supaya saat mengamankan kejadian yang sesungguhnya, anggota sudah bisa mengarahkan dan melakukan langkah-langkah tindakan," urainya.
Dalam membubarkan massa, Kepolisian Resort Tarakan memiliki berbagai macam cara mulai dari yang soft hingga hard, tergantung dari situasi dan kondisi. Bahkan dalam keadaan tertentu, tim anti anarkis juga bisa diturunkan. Meskipun tidak menyebutkan secara rinci jumlah kekuatan yang dimiliki, namun Kapolres Tarakan, memastikan bahwa personel yang dimilikinya dibantu dengan TNI akan mampu menjaga kondusifitas Tarakan.
"Kalau jumlah personil yang ada di Polres dan backup Brimob dan TNI untuk saat ini cukup, jika situasi landai dan Pilkada berjalan aman dan terkendali. Tetapi kalau ada ke jadian tentu tidak cukup dan butuh backup dari personel sekitar baik dari Kaltim maupun Kabupaten yang ada di Kaltara," pungkasnya.
(asp/asp)Sumber: Google News | Warta 24 Tarakan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »