WARTA 24 KALIMANTAN UTARA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Terisolasi, Distributor Sulit Kirim Obat ke Puskesmas Long Sule ...

Posted by On 17.01

Terisolasi, Distributor Sulit Kirim Obat ke Puskesmas Long Sule ...

Terisolasi, Distributor Sulit Kirim Obat ke Puskesmas Long Sule Kabupaten Malinau

Terbatasnya penerbangan dan dibekukannya maskapai MAF, menjadikan desa yang bertetangga dengan Desa Long Pipa ini terisolir

Terisolasi, Distributor Sulit Kirim Obat ke Puskesmas Long Sule Kabupaten MalinauTribun KaltaraTUNTUTAN WARGA PERBATASAN - Sejumlah warga berdemo di areal Landasan Bandara Datah Dian Kecamatan Sungai Boh, Malinau, Kalimantan Utara, Senin (28/11).Masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman seperti Malinau dan Nunukan Krayan berharap agar pemerintah segera mencabut pembekuan ijin operasional pesawat MAF tersebut yang telah diberhentikan penerbangannya sejak 8 November 2017 untuk kepentingan kemanusiaan di wilayah pedalaman Kalimantan Utara. (TRIBUN KALTIM/M PURNOMO SUSANTO)

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Jalur satu-satunya untuk sampai ke desa hanya menggunakan transportasi udara. Jalur darat, masih dalam tahap 'perjuangan' untuk dibangun. Penerbangan ke desa sangat terbatas. Pengiriman kebutuhan pokok dari luar pun terbatas. Hal itulah yang saat ini tengah dirasakan warga negara Indonesia (WNI) di Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau.

Tidak kalah penting dari pengiriman kebutuhan pokok, adalah pengiriman obat-obatan ke salah satu desa pedalaman di daerah Apo Kayan ini. Terbatasnya penerbangan dan dibekukannya maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF), menjadikan desa yang bertetangga dengan Desa Long Pipa ini terisolir dari desa dan kecamatan di Apo Kayan.

Puskesmas Data Dian, Kecamatan Kayan Hilir selalu menjadi langganan dimintai obat oleh Puskesmas Long Sule-Pipa. Namun, kondisi terb atasnya penerbangan perbatasan dan pedalaman saat ini membuat permintaan pengiriman obat sangat sulit untuk dipenuhi. Sehingga, mengakibatkan kurangnya obat-obatan di Puskesmas Long Sule-Pipa.

Kepala Puskesmas Data Dian, Kecamatan Kayan Hilir, dr Hadi Susilo Wijaya mengungkapkan, pihaknya kerap mendapat permintaan pengiriman obat dari Puskesmas Long Sule-Pipa. Namun, untuk mengirimkan obat-obatan yang dipesan sangat sulit dilakukan. Pasalnya, pengiriman harus dilakukan melalui pesawat udara.

"Kita kan satu kecamatan. Jadi, kalau di Long Sule kekurangan obat mintanya pasti ke kami. Kalau kami, mau saja mengirimkan obat-obat yang diperlukan sepanjang masih cukup. Tapi, ngirimnya itu yang sulit. Padahal, terkadang obat yang dipesan itu sangat diperlukan," ujarnya.

Permintaan langsung ke gudang farmasi di pusat pemerintahan membutuhkan waktu cukup lama. Mengharap cepat, pengiriman dari desa tetangga. Hingga kini, solusi untuk memenuhi permintaan obat menda dak dari Puskesmas Long Sule-Pipa belum dapat terpecahkan. Kondisi kekurangan obat pun, kerap terjadi di puskesmas itu.

"Persoalan mendasar bagi puskesmas kami adalah keterbatasan obat-obatan. Saat penerbangan masih aktif, distribusi obat-obatan ke puskesmas ini juga masih sulit. Apalagi, saat ini penerbangan ke Kayan Hilir sangat-sangat terbatas. Kita paling banyak membutuhkan obat-obatan untuk pasien pengidap tekanan darah tinggi. Sebab, pengidap penyakit ini cukup banyak di Kayan Hilir," paparnya.

"Tapi yang paling kasihan itu, ya Puskesmas Long Sule-Pipa. Kalau puskesmas kami, masih memungkinkan dikirimkan obat dari desa kecamatan lain. Misalnya, dari desa Long Nawang Kecamatan Kayan Hulu. Jalur darat dari desa kami ke Desa Long Nawang terhubung. Meskipun, kondisi jalan saat ini sedang rusak parah," lanjutnya.

Meskipun kondisi jalan rusak parah, dr Hadi, menyatakan, jalur sungai masih dapat ditempuh oleh stafnya untuk mengambil obat. Wakt u tempuh dari Data Dian-Long Nawang selama kurang lebih 5 jam. Sedangkan, waktu tempuh jalur darat ketika kondisi jalan tidak terlampau rusak parah kurang lebih 2-3 jam. "Kalau ke desa kami, ada dua jalur bisa ditempuh. Kalau Long Sule, harus pakai pesawat," tuturnya. (*)

Obat Gangguan Jiwa Wajib Ada
BEBERAPA pasien penyakit jiwa di Kecamatan Kayan Hilir, mendapatkan perawatan intensif oleh Puskesmas Data Dian. Obat untuk penyakit ini, harus ada setiap saat dan tidak boleh terputus. Sebab, apabila terlambat akan mengakibatkan pasien mengamuk dan melakukan hal-hal merugikan lainnya. Demikian disampaikan Kepala Puskesmas Data Dian, Kecamatan Kayan Hilir, dr Hadi Susilo Wijaya.

"Selain obat sakit jiwa, obat batuk juga kerap kita berikan kepada pasien. Sama dengan obat sakit jiwa, meminum obat batuk juga tidak boleh terputus. Kalau pasien tidak rutin meminum obat tersebut maka akan memperparah keadaan pasien. Terlebih pada pasien ganggua n jiwa. Apabila tidak meminum obat itu, maka dapat mengakibatkan pasien mengamuk atau hal negatif lainnya," bebernya.

Terkadang ungkap Hadi, persoalan penerbangan bukan menjadi persoalan satu-satunya dalam proses pengiriman obat. Kesiapan distributor mengirimkan obat ke gudang farmasi, dan kemudian dikirimkan ke puskesmas juga bisa menjadi penghambat. Namun, persoalan tidak adanya penerbangan mempersulit pengiriman obat ke puskesmas.

"Gudang farmasi di Malinau itu sudah order obat jauh-jauh hari. Tapi distributor kadang tidak bisa menyanggupinya. Nah, ketika sudah sanggup mendatangkan obat, penerbangan pula tidak ada maka semakin terhambatlah puskesmas menerima obat. Kalau keterlambatan dalam pemenuhan obat di gudang farmasi masih bisa diatasi. Tapi kalau tidak ada penerbangan, itulah persoalan utamanya," tuturnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto Editor: Mathias Masan Ola Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Pasien Cantik Nangis-nangis Diduga Dilecehkan Pegawai RS, "Ngaku Apa yang Kamu Perbuat" Sumber: Google News | Warta 24 Malinau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »