Tidak Bayar, Dilarang Masuk - Warta 24 Kalimantan Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Tidak Bayar, Dilarang Masuk

Tidak Bayar, Dilarang Masuk

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS PRO KALSEL��…

Tidak Bayar, Dilarang Masuk

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: RABU
03 JANUARI RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 02 Januari 2018 11:43 Tidak Bayar, Dilarang Masuk

Dugaan Pungli di Wisata Desa Tanjung Karang

DIMANFAATKAN OKNUM: Warga Sebatik yang ingin berkunjung ke Pantai Kayu Angin dan Batulamampu, Kecamatan Sebatik mengeluh karena pungutan biaya masuk. Foto kanan, contoh karcis yang diberikan ke pengunjung. RAND I UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, class="m-852198563305168382gmail-msonormal">NUNUKAN â€" Libur dimanfaatkan warga mengunjungi lokasi wisata seperti Pantai Kayu Angin dan Batulamampu di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik. Setiap awal tahun lokasi wisata itu padat dengan pengunjung.

Namun ada yang berbeda dari tahun sebelumnya, pengunjung yang ingin masuk ke Pantai Kayu Angin dan Batulamampu harus membayar karcis masuk. Pengguna kendaraan roda dua dikenakan biaya sebesar Rp 5 ribu, sedangkan untuk kendaraan roda empat sebesar Rp 10 ribu.

Hal tersebut, membuat warga setempat dan pengunjung protes. Seperti diungkapkan Randi, pemuda di Desa Tanjung Karang, Kecamat an Sebatik. Pungutan biaya masuk ke Pantai Kayu Angin dan Batulamampu dilakukan oleh orang yang tak bertanggungjawab dan ingin memanfaatkan ramainya pengunjung yang datang.

“Pungutan karcis tersebut tanpa izin dari pemerintah setempat baik dari desa maupun Camat, makanya saya protes karena tidak baik bagi warga di Desa Tanjung Karang,” kata Randi kepada Radar Nunukan, Senin (1/1).

Menurutnya, pungutan biaya masuk tidak menjadi masalah jika telah mendapat izin sebelumnya dari Kepala Desa maupun Camat. Selain itu biaya yang dipungut dari para pengunjung harus jelas akan digunakan untuk keperluan apa.

Jika hanya inisiatif perseorangan demi keuntungan sendiri tentu sangat merugikan pengunjung. Dana tersebut dipastikan tidak akan masuk ke kas pemerintah setempat apalagi daerah. Pungutan itu juga dinilai menimbulkan citra buruk di masyarakat Desa Tanjung Karang di mata pengunjung.

“Saya sebagai warga setempat dan sekaligus pengunjung, merasa malu dan keberatan karena bukti pembayaran yang diberikan hanya ditulis menggunakan spidol, tanpa ada cap atau porporasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, selama ini pengunjung yang ingin menikmati keindahan Pantai Kayu Angin dan Batulamampu tidak pernah dikenakan biaya masuk. Pantai tersebut belum dikelola oleh pemerintah sehingga masyarakat bisa bebas masuk.

“Jika biaya masuk tersebut dipungut oleh pemerintah setempat, mungkin tidak menjadi masalah karena pasti akan masuk ke kas daerah,” tambahnya.

Sementara, Kepala Desa Tanjung Karang Arnil mengatakan, sebelum dilakukan penarikan pungutan biaya masuk bagi pengunjung di Pantai Kayu Angin dan Batulamampu telah disampaikan ke pihaknya. Hanya saja, kemudian tak diberi izin untuk memungut biaya tersebut.

“Yang melakukan pungutan biaya masuk itu minta izin ke saya, namun saya tidak memberikan izin. Karena tidak ada aturan bahwa berhak memungut biaya masuk,” kata Arnil kepada media ini.

Arnil mengutip alasan sang oknum memungut biaya masuk, untuk kepentingan sebuah turnamen sepakbola. Namun menurutnya, pungutan tak sesuai aturan yang ada. Bahkan pungutan terpaksa dibubarkan.

“Sudah saya bubarkan, bahwa pengunjung yang masuk ke pantai tersebut tidak perlu dipungut biaya masuk,” tegasnya. (nal/lim)

loading...
BERITA TERKAIT
  • Pengunjung KKMB dan Pantai Amal Meningkat
  • Keluhkan Air Terjun Keruh dan Minim Gazebo
  • Bupati Resmikan Kolam Pemancingan Umum
  • Tarik Wisatawan dengan Lomba Tradisional
  • Terpukau Pesona Pulau Maratua
  • Pantai Batu Lamampu Jadi Pilihan Wisata di Sebatik
  • Islamic Center Jadi Wisata Religi
  • Pakai Jet Pribadi, Turis Minta Jaminan Keamanan
  • Wakil Bupati Minta Kegiatan Para Turis Tetap Dipantau
  • Dua Objek Wisata Malinau Masuk Nominasi API 2017

BACA JUGA

Sabtu, 30 Desember 2017 10:34

Puluhan Miliar ADD Belum Dicairkan

NUNUKAN â€" Menjelang akhir tahun 2017 akan tetapi belum ada juga kejelasan pencairan Alokasi Dana… Sabtu, 30 Desember 2017 10:33

Kecelakaan Meningkat, Korban Meninggal Dunia Bertambah

NUNUKAN â€" Kecelakaan lalu lintas di 2017 meningkat dibanding 2016 lalu, pengendara yang meninggal… Jumat, 29 Desember 2017 12:15

Penetapan APBD 2018 Terancam Lewati Deadline

NUNUKAN â€" Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan hingga Kamis (28/12) belum melakukan pembahasan… Jumat, 29 Desember 2017 12:14

Warga Selisun Minta Pemerintah Peka

NUNUKAN â€" Kondisi jalan yang rusak kembali dipersoalkan warga. Khususnya warga di Kelurahan Selisun,… Jumat, 29 Desember 2017 09:54

TAPD dan Banggar Saling Tunggu

NUNUKAN â€" Tahun anggaran 2018 hanya tersisa tiga hari lagi, namun nasib Anggaran Pendapatan dan… Jumat, 29 Desember 2017 09:52

Pungli Rp 9,4 Juta, BA Divonis 1,2 Tahun Penjara

NUNUKAN â€" Terdakwa BA akhirnya divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Nunukan atas perkara… Rabu, 27 Desember 2017 10:17

Pajak Rumah Makan Masih Minim

NUNUKAN â€" Kesadaran masyarakat untuk membayar pajak ternyata masih minim. Khususnya untuk pajak… Rabu, 27 Desember 2017 10:16

Malam Tahun Baru, Knalpot Racing Jadi Incaran Polantas

NUNUKAN â€" Penggunaan knalpot motor racing di malam pergantian tahun baru tetap menjadi incaran… Rabu, 27 Desember 2017 10:15

Penerbitan Paspor Umum Turun

NUNUKAN â€" Sejak terbentuknya Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) dalam penerbitan dokumen Calon… Selasa, 26 Desember 2017 14:29

Akhir Tahun, 21 Ketua RT Berganti

NUNUKAN â€" Secara serentak 21 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Nunukan Timur menggelar pemilihan… Cewek Tarakan Ini Mendadak Viral Gara-Gara Ayam Kejari Desak Angar Bulungan Segera Miliki Lapas Sendiri Penempatan Lokasi Masih Menunggu Gubernur Bupati Pantau Proyek, 2018 Diharapkan Selesai Tarakan Dalam Ancaman Difteri Membangun Tidak Bisa Dilakukan Sendiri Satu CPNS Tak Lengkapi Berkas Puluhan Miliar ADD Belum Dicairkan Pemilik Kapal Harus Mengganti Rp 1,3 M Kecelakaan Meningkat, Korban Meninggal Dunia Bertambah
  • Hari Kedua, Tim Gabungan SAR Upayakan Pencarian Fikri
  • Desain Speedboat Belum Aman
  • Pembangkit Shutdown, Padam Awal Tahun
  • “Ayah Janji Mau Jagain Kita... Kenapa Ayah Pergi...”
  • APBD Deadlock, Bupati Menyurat ke Gubernur
  • Gerindra Tak Pernah Terbitkan SK Revisi
  • Anggaran Pengamanan Pilkada Belum Jelas
  • Pengunjung KKMB dan Pantai Amal Meningkat
  • Niat Berangkat Kerja, Dwi ‘Diseruduk’ Angkot
  • Tidak Bayar, Dilarang Masuk
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Sup ported By .Sumber: Google News | Warta 24 Nunukan

Tidak ada komentar